COLLECTION MANAGEMENT SYSTEM

Kelola penagihan dengan data yang tercatat, terukur, dan terpantau.

Jasa pembuatan software debt collection untuk membantu perusahaan mengelola data tagihan, jadwal tindak lanjut, histori komunikasi, janji pembayaran, rekonsiliasi, dan laporan penagihan dalam satu alur kerja.

Portofolio tagihan Aktivitas & janji bayar Pembayaran & laporan

Ruang lingkup sistem ditentukan berdasarkan jenis piutang, proses penagihan, dan kebutuhan integrasi.

COLLECTION WORKSPACE
Contoh dashboard
Ilustrasi UI
TOTAL TAGIHAN
—
Nilai sesuai data aktual
JANJI BAYAR
—
Pantau tindak lanjut
STATUS TINDAK LANJUT Contoh alur
Tagihan › Review › Kontak › Pembayaran
Mockup konseptual. Angka operasional tidak ditampilkan karena bukan data perusahaan.
01 / Data
Tagihan & debitur
02 / Aktivitas
Jadwal & histori kontak
03 / Pembayaran
Janji bayar & rekonsiliasi
04 / Kontrol
Akses & audit aktivitas
TANTANGAN COLLECTION

Ketika portofolio tagihan membesar, tindak lanjut perlu tetap konsisten.

Data yang tersebar di spreadsheet, catatan petugas, dan sistem pembayaran dapat menyulitkan tim melihat status terakhir setiap tagihan. Sistem collection membantu membangun catatan kerja yang lebih terstruktur—tanpa menggantikan penilaian dan tanggung jawab petugas.

01 — DATA TAGIHAN

Status sulit disatukan

Nomor kontrak, jatuh tempo, sisa kewajiban, pembayaran, dan status sengketa perlu merujuk ke data yang sama.

02 — TINDAK LANJUT

Riwayat kontak terpisah

Catatan komunikasi dan janji pembayaran perlu terdokumentasi agar petugas memahami konteks sebelum menghubungi kembali.

03 — PEMBAYARAN

Pembayaran perlu dicocokkan

Pembayaran parsial, transfer yang belum teridentifikasi, koreksi, dan pelunasan perlu dipadankan dengan tagihan.

04 — PENGAWASAN

Aktivitas perlu dapat ditinjau

Supervisor membutuhkan catatan penugasan, hasil tindak lanjut, perubahan data, dan eskalasi yang jelas.

SOLUSI YANG DAPAT DISESUAIKAN

Bangun alur collection sesuai portofolio dan kebijakan perusahaan.

Melalui mitra pengembangan, kebutuhan sistem dapat dipetakan berdasarkan jenis tagihan, sumber data, peran petugas, proses pembayaran, dan laporan yang dibutuhkan. Sistem dapat membantu mengatur pekerjaan dan dokumentasi, sedangkan keputusan penagihan tetap mengikuti kewenangan serta kebijakan perusahaan.

  • Mengelompokkan tagihan berdasarkan jatuh tempo dan status.
  • Mencatat komunikasi, janji bayar, dan hasil tindak lanjut.
  • Mencocokkan pembayaran dan memperbarui saldo.
  • Membatasi akses data sesuai peran pengguna.
Jelajahi modul sistem →
Ilustrasi software CRM untuk pengelolaan informasi pelanggan
Ilustrasi software CRM bisnis

Visual pendukung dari Image Library Software Umum.

Mulai dari jenis tagihan dan alur kerja yang ingin dirapikan.

Petakan sumber data, aktivitas petugas, metode pembayaran, dan laporan yang dibutuhkan.

MODUL DAN KAPABILITAS

Fitur yang mendukung pengelolaan tagihan dari awal hingga pelaporan.

Daftar ini merupakan opsi ruang lingkup. Tidak semua modul harus dibuat sekaligus; pemilihan fitur bergantung pada jenis piutang, sistem yang sudah digunakan, dan proses bisnis.

01

Data Tagihan & Debitur

Kelola referensi kontrak, pelanggan, nilai kewajiban, jatuh tempo, saldo, dan status tagihan sesuai kebutuhan akses.

02

Aging & Prioritas Kerja

Kelompokkan piutang berdasarkan umur, nominal, jatuh tempo, status, atau aturan prioritas yang ditetapkan perusahaan.

03

Penugasan Petugas

Atur pembagian portofolio, tanggung jawab, status pekerjaan, dan eskalasi kepada supervisor.

04

Jadwal & Histori Kontak

Catat waktu, kanal, hasil komunikasi, tindak lanjut, serta preferensi atau batasan kontak yang relevan.

05

Janji Pembayaran

Catat tanggal dan nilai yang dijanjikan, status pemenuhan, pembayaran parsial, serta tindak lanjut sesuai kebijakan.

06

Pembayaran & Rekonsiliasi

Hubungkan pembayaran dengan tagihan, tandai transaksi yang belum cocok, dan catat koreksi melalui proses yang disetujui.

07

Sengketa & Keluhan

Dokumentasikan keberatan, permintaan klarifikasi, status penyelesaian, dan pihak yang menangani.

08

Dashboard & Laporan

Tampilkan saldo piutang, tagihan jatuh tempo, aktivitas, janji bayar, pembayaran, dan ringkasan portofolio.

09

Hak Akses & Audit Trail

Atur akses berdasarkan peran dan catat perubahan penting seperti pembaruan saldo, penugasan, atau perubahan status.

DATA UNTUK PENGAMBILAN KEPUTUSAN

Gunakan angka untuk membaca kondisi portofolio, bukan sekadar memenuhi dashboard.

Laporan collection dapat disusun untuk menjawab pertanyaan seperti: berapa saldo yang belum lunas, tagihan mana yang jatuh tempo, berapa janji bayar yang sudah terpenuhi, dan transaksi mana yang belum teridentifikasi.

Angka contoh harus diberi label

Jika dashboard memakai data simulasi untuk demo, tandai sebagai data ilustrasi. Jangan menampilkan nilai nominal, tingkat keberhasilan, atau jumlah akun seolah-olah merupakan hasil aktual perusahaan.

CONTOH PENGELOMPOKAN AGING

Kategori umur piutang

1–30 hari Contoh bucket
31–60 hari Contoh bucket
61–90 hari Contoh bucket
Lebih dari 90 hari Contoh bucket

Contoh kategori yang dapat dikonfigurasi; bukan standar wajib untuk semua jenis piutang.

ALUR PENGEMBANGAN

Dari pemetaan portofolio menuju sistem yang siap diuji.

Proses pengembangan disesuaikan dengan sumber data, kebijakan perusahaan, dan ruang lingkup integrasi.

TAHAP 01

Pemetaan proses

Memahami jenis tagihan, sumber data, status, peran petugas, dan alur pembayaran.

TAHAP 02

Definisi kebutuhan

Menentukan modul prioritas, hak akses, indikator laporan, dan aturan proses.

TAHAP 03

Rancangan & pengembangan

Menyusun antarmuka, struktur data, dan fungsi sesuai ruang lingkup yang disepakati.

TAHAP 04

Pengujian skenario

Menguji import data, pembaruan status, pembayaran parsial, rekonsiliasi, dan laporan.

TAHAP 05

Implementasi & evaluasi

Membahas migrasi data, pelatihan pengguna, akses, serta evaluasi setelah implementasi sesuai kesepakatan.

Perlu integrasi dengan akuntansi, CRM, atau sistem internal?

Petakan aplikasi yang digunakan dan data yang perlu dipertukarkan sebelum menentukan pendekatan integrasi.

PERTIMBANGAN SISTEM

Spreadsheet, modul keuangan, atau software collection khusus?

Pilihan bergantung pada volume pekerjaan, kebutuhan kontrol, proses pembayaran, dan kemampuan sistem yang telah digunakan.

Aspek Spreadsheet Sistem keuangan / ERP Software collection khusus
Pencatatan tagihan Bergantung pada format dan disiplin input Mengikuti modul yang tersedia Dapat dirancang mengikuti kebutuhan portofolio
Histori tindak lanjut Perlu struktur pencatatan tersendiri Perlu diperiksa dukungan fiturnya Dapat menjadi bagian alur kerja utama
Rekonsiliasi Dapat dilakukan manual atau dengan formula Mengikuti modul pembayaran dan akuntansi Dapat diintegrasikan sesuai sumber data
Kontrol pengguna Bergantung pada pengaturan file dan akses Mengikuti fitur akses yang tersedia Dapat dirancang sesuai peran dan kebijakan
Implementasi Memerlukan pengaturan template dan prosedur Mengikuti konfigurasi sistem yang digunakan Memerlukan pemetaan, pengembangan, dan pengujian

Tabel ini merupakan panduan pertimbangan umum, bukan penilaian terhadap produk atau vendor tertentu.

PANDUAN PRAKTIS

Apa yang perlu diputuskan sebelum membangun software debt collection?

Rancangan sistem akan lebih jelas jika perusahaan terlebih dahulu menetapkan sumber data, definisi status, kewenangan pengguna, dan aturan kerja.

CATATAN KEPATUHAN

Untuk PUJK, desain proses perlu memperhatikan POJK 22 Tahun 2023 dan aturan lain yang berlaku sesuai jenis layanan. Software membantu pencatatan dan kontrol, tetapi tidak otomatis menjamin kepatuhan.

1. Tentukan jenis piutang yang dikelola

Piutang dagang, cicilan pembiayaan, invoice jasa, dan tagihan internal dapat memiliki struktur data serta prosedur berbeda.

Petakan nomor referensi, pihak terkait, tanggal jatuh tempo, nilai awal, saldo berjalan, dan dokumen pendukung yang diperlukan.

2. Sepakati definisi aging dan status tagihan

Tentukan dasar perhitungan umur piutang, misalnya dari tanggal jatuh tempo, serta bagaimana sistem menangani pembayaran parsial, penjadwalan ulang, sengketa, dan pelunasan.

Contoh kategori aging dapat menggunakan 1–30, 31–60, 61–90, dan lebih dari 90 hari, tetapi rentang serta definisinya harus disesuaikan dengan kebijakan perusahaan.

3. Susun histori komunikasi yang relevan

Tentukan informasi yang perlu dicatat, seperti tanggal, kanal, petugas, hasil komunikasi, permintaan klarifikasi, dan tindak lanjut yang disepakati.

Akses terhadap catatan harus dibatasi sesuai kebutuhan kerja. Hindari penyimpanan informasi pribadi yang tidak diperlukan untuk tujuan pengelolaan tagihan.

4. Atur janji bayar dan pembayaran parsial

Sepakati apakah janji bayar dicatat sebagai nominal dan tanggal, bagaimana statusnya diperbarui, dan bagaimana pembayaran parsial memengaruhi saldo tagihan.

Sistem sebaiknya membedakan janji pembayaran dari pembayaran yang benar-benar telah diterima dan terverifikasi.

5. Tentukan proses rekonsiliasi

Identifikasi sumber transaksi masuk, referensi pembayaran, metode pencocokan, dan siapa yang menyetujui koreksi atau pengalokasian pembayaran.

Jika transaksi belum dapat dipadankan, sistem dapat menyediakan status pengecekan agar pembayaran tidak langsung dianggap gagal atau diabaikan.

6. Rancang pengawasan aktivitas dan hak akses

Petakan peran admin, supervisor, petugas, finance, dan auditor. Tentukan data apa yang dapat dilihat, diubah, diekspor, atau disetujui setiap peran.

Audit trail dapat membantu menelusuri perubahan penting. Kebijakan retensi, keamanan, dan perlindungan data tetap perlu ditetapkan oleh perusahaan.

7. Periksa integrasi dan migrasi data

Tentukan apakah sistem perlu terhubung dengan akuntansi, ERP, CRM, sistem pembayaran, atau sumber data lainnya.

Sebelum migrasi, bersihkan data duplikat, pastikan saldo awal, dan sepakati sistem mana yang menjadi sumber data utama.

Data regulasi yang perlu diperhatikan

POJK 22 Tahun 2023 mengatur pelindungan konsumen dan masyarakat di sektor jasa keuangan. Untuk PUJK, Pasal 62 memuat ketentuan mengenai cara, tempat, dan waktu penagihan, termasuk larangan ancaman, kekerasan, tekanan fisik/verbal, penagihan kepada pihak selain konsumen, dan tindakan yang terus-menerus mengganggu. Baca dokumen POJK 22/2023.

Ketentuan waktu yang tercantum adalah Senin sampai Sabtu di luar hari libur nasional, pukul 08.00–20.00 waktu setempat. Ketentuan ini perlu dibaca sesuai konteks PUJK dan ketentuan lain yang relevan. Lihat halaman regulasi OJK.

FAQ PRAKTIS

Pertanyaan sebelum memilih software debt collection.

Jawaban berikut bersifat umum. Detail fitur, integrasi, dan aturan kerja perlu ditentukan berdasarkan jenis tagihan serta kebijakan perusahaan.

Bisa dirancang berdasarkan tanggal jatuh tempo, saldo berjalan, dan status pembayaran. Definisi status perlu disepakati, terutama untuk pembayaran parsial, penjadwalan ulang, atau tagihan yang sedang disengketakan.

Sistem dapat dirancang untuk menghubungkan satu pelanggan dengan beberapa kontrak atau invoice, sekaligus mempertahankan saldo dan histori pembayaran per tagihan. Struktur ini perlu mengikuti cara perusahaan mengelola kewajiban dan referensi transaksi.

Fitur dapat dirancang untuk memperbarui saldo setelah pembayaran terverifikasi dan dialokasikan ke tagihan yang benar. Jika satu pembayaran mencakup beberapa invoice, aturan pembagiannya perlu ditetapkan terlebih dahulu.

Janji bayar dapat dicatat dengan tanggal, nominal, sumber komunikasi, petugas, dan status pemenuhan. Sistem dapat menampilkan janji yang jatuh tempo untuk ditinjau sesuai prosedur perusahaan, tanpa menganggap janji sebagai pembayaran yang sudah diterima.

Dapat dirancang dengan dashboard aktivitas, pembagian portofolio, status pekerjaan, dan audit trail untuk perubahan tertentu. Data yang ditampilkan serta kewenangan supervisor perlu disesuaikan dengan kebijakan akses internal.

Bisa. Rentang aging dan dasar perhitungannya dapat dikonfigurasi. Contohnya 1–30, 31–60, 61–90, dan lebih dari 90 hari, tetapi perusahaan perlu menetapkan kategori yang sesuai dengan jenis piutang dan kebijakan internal.

Sistem dapat menyediakan status sengketa atau verifikasi pembayaran, catatan dokumen pendukung, pihak penanggung jawab, dan hasil pemeriksaan. Prosedur tindak lanjut perlu mengikuti kebijakan perusahaan dan ketentuan yang berlaku.

Untuk proses yang membutuhkan kontrol waktu dan kanal, sistem dapat dirancang dengan pengingat atau pembatasan sesuai kebijakan. Bagi PUJK, aturan yang relevan termasuk ketentuan POJK 22 Tahun 2023. Konfigurasi sistem perlu ditinjau sesuai jenis layanan dan aturan yang berlaku.

Integrasi dapat dievaluasi berdasarkan aplikasi yang digunakan, ketersediaan API atau metode pertukaran data, format transaksi, dan kebutuhan sinkronisasi. Kelayakan integrasi perlu diperiksa sebelum ditetapkan sebagai ruang lingkup proyek.

Siapkan contoh struktur tagihan, status yang digunakan, format pembayaran, alur tindak lanjut, peran pengguna, dan laporan yang diharapkan. Data sensitif sebaiknya disamarkan untuk pembahasan awal.
LANGKAH SELANJUTNYA

Bangun sistem penagihan berdasarkan proses dan kebutuhan data perusahaan.

Diskusikan jenis piutang, alur tindak lanjut, pembayaran, kontrol akses, dan laporan yang dibutuhkan.

Kami siap membantu mewujudkan solusi kebutuhan organisasi Anda dan siap berkomitmen hubungan jangka panjang. Mari berdiskusi bersama kami untuk menemukan solusi terbaik bagi kebutuhan Anda! Kontak no. WA: 081-216-309-410! Atau klik tombol hijau di bawah ini!

 Develop by Amanah Solution 2026 | Cassiopeia Extended
 Joomla 6 Framework!