ENTERPRISE SERVER & DATABASE SECURITY

Jasa Hardening Server & Database untuk Infrastruktur Bisnis yang Lebih Aman

Perkuat perlindungan infrastruktur digital melalui konfigurasi pengamanan server bisnis, penguncian akses database enterprise, dan tuning keamanan cloud yang dirancang sesuai kebutuhan operasional perusahaan.

DevSoftware menyediakan layanan penguatan konfigurasi server dan database berbasis CIS Benchmarks, NIST CSF 2.0, dan OWASP Top 10 — kerangka kerja yang digunakan oleh organisasi pemerintah dan enterprise di Indonesia. Untuk kebutuhan peningkatan performa sistem, lihat juga Jasa Optimasi Kecepatan Software & Database Enterprise.

BSSN mencatat 5,5 miliar serangan siber di Indonesia sepanjang 2025 — naik 714% dibanding rata-rata tahunan 2020–2024 .

Diskusikan kebutuhan keamanan infrastruktur Anda bersama tim DevSoftware.
Arsitektur keamanan server dan database untuk infrastruktur perusahaan

Ilustrasi arsitektur hardening server dan database yang menggambarkan perlindungan berlapis pada jaringan, sistem operasi, dan penyimpanan data perusahaan.

Dibangun untuk Kebutuhan Keamanan Infrastruktur Enterprise

Proses hardening mengacu pada CIS Benchmarks (Level 1 dan Level 2), NIST Cybersecurity Framework 2.0, dan OWASP Top 10 2025. Setiap rekomendasi konfigurasi memiliki referensi kontrol yang dapat diaudit.

TECH STACK
Linux · Windows Server
DATABASE
PostgreSQL · MySQL
FRAMEWORK
CIS · NIST CSF 2.0 · OWASP
COMPLIANCE
UU PDP No. 27/2022

Logo klien, sertifikasi, dan portofolio akan ditampilkan setelah memperoleh izin publikasi dan verifikasi.

INFRASTRUCTURE SECURITY CHALLENGES

Konfigurasi Server yang Lemah Berkaitan dengan Peningkatan Risiko Keamanan

BSSN mencatat 5,5 miliar serangan siber di Indonesia sepanjang 2025, meningkat 714% dibanding rata-rata tahunan 2020–2024. Pada periode 1 Januari–15 April 2026 saja, tercatat 1,52 miliar serangan .

Laporan AwanPintar.id semester I 2026 mencatat 257,97 juta serangan — setara 16 serangan per detik. Upaya merebut hak akses administrator melonjak dari 2,76% (semester I 2025) menjadi 43,65% .

Survei IOH memperkirakan rata-rata kerugian per kebocoran data di Indonesia mencapai Rp15 miliar. Untuk sektor teknologi, media, dan telekomunikasi, kerugian bisa mencapai Rp75 miliar; sektor finansial hingga Rp78 miliar .

DATA / 01

Konfigurasi Server Tidak Konsisten

CIS Benchmarks untuk RHEL memuat sekitar 400 pemeriksaan konfigurasi individual. Hardening manual pada satu sistem Linux membutuhkan 5–14 jam kerja spesialis .

DATA / 02

Akses Database Terlalu Luas

Surfshark mencatat 183,70 juta akun Indonesia mengalami kebocoran data sejak 2004 hingga kuartal II 2026, setara 0,8% dari total pelanggaran global .

DATA / 03

Kurangnya Pemantauan Infrastruktur

Volume spam dan malware sempat turun awal semester I 2026, lalu melonjak pada Maret–Juni. CVE tercatat naik 71% pada Maret 2026 .

BEFORE vs AFTER HARDENING
Sebelum Hardening
  • Layanan terbuka yang tidak diperlukan
  • Hak akses luas tanpa evaluasi
  • Konfigurasi tidak seragam antarserver
Setelah Hardening
  • Layanan terkontrol dan terdokumentasi
  • Pembagian hak akses sesuai kebutuhan
  • Konfigurasi keamanan yang konsisten

Perbandingan konseptual antara infrastruktur dengan konfigurasi yang belum ditinjau dan infrastruktur yang telah melalui proses hardening.

OUR SECURITY APPROACH

Pengamanan Infrastruktur yang Disesuaikan dengan Kebutuhan Operasional Perusahaan

CIS Benchmarks membagi hardening ke dalam dua level: Level 1 untuk pengamanan dasar yang aman diterapkan pada mayoritas server produksi, dan Level 2 untuk pertahanan berlapis yang memerlukan penyesuaian spesifik aplikasi . Hardening dimulai dari Level 1, lalu Level 2 diterapkan setelah pengujian.

NIST CSF 2.0 menyediakan kerangka enam fungsi: Govern, Identify, Protect, Detect, Respond, Recover. Setiap pekerjaan hardening dipetakan ke fungsi yang relevan sehingga perusahaan dapat mengukur cakupan program keamanan .

OWASP Top 10 2025 menempatkan Security Misconfiguration pada peringkat kedua risiko aplikasi web — sebelumnya peringkat lima. Ini menegaskan bahwa kesalahan konfigurasi, bukan hanya bug kode, merupakan penyebab serangan yang meluas. Untuk sistem yang masih menggunakan arsitektur lama, pertimbangkan Jasa Modernisasi Sistem Legacy agar hardening berjalan di atas fondasi yang relevan.

01
Risk-Based Hardening

Prioritaskan konfigurasi berdasarkan tingkat risiko dan dampak terhadap operasional.

02
Access Control

Terapkan prinsip least privilege pada akun server, database, dan layanan.

03
Infrastructure Consistency

Susun baseline keamanan yang dapat diterapkan secara konsisten.

04
Operational Continuity

Rencanakan perubahan dengan prosedur pengujian dan pemulihan.

05
Security Documentation

Sediakan dokumentasi konfigurasi, perubahan, dan rekomendasi lanjutan.

INTEGRATED HARDENING SCOPE
Diagram ruang lingkup hardening server dan database perusahaan
Network Security
Server Hardening
CENTER
Infrastruktur Bisnis
Database Protection
Cloud Security

Ruang lingkup solusi hardening yang menghubungkan pengamanan jaringan, server, database, dan cloud dalam satu pendekatan infrastruktur terintegrasi.

Mulai Evaluasi Keamanan Infrastruktur Anda

Temukan area konfigurasi yang perlu diperkuat melalui pembahasan kebutuhan server, database, dan cloud bersama tim DevSoftware.

Sampaikan kebutuhan dan lingkungan infrastruktur Anda untuk mendapatkan pembahasan awal yang sesuai.

SERVICE CAPABILITIES

Layanan Hardening Server dan Database yang Menyeluruh

Setiap infrastruktur memiliki kebutuhan pengamanan yang berbeda. Cakupan layanan disusun berdasarkan teknologi, risiko, dan tujuan operasional perusahaan.

SERVICE / 01

Server Configuration Hardening

Evaluasi dan penguatan konfigurasi server berdasarkan CIS Benchmarks untuk platform yang digunakan.

CAKUPAN
  • Peninjauan konfigurasi kernel dan sysctl
  • Pembatasan layanan dan port yang tidak diperlukan
  • Pengaturan SSH: PermitRootLogin no, MaxAuthTries 4
  • Konfigurasi auditd dan logging
  • Penerapan CIS Level 1 sebagai baseline
BENEFIT

Mengurangi permukaan serangan dan menyelaraskan konfigurasi dengan baseline yang dapat diaudit.

SERVICE / 02

Database Access Security

Penguatan kontrol akses database melalui evaluasi akun, privilege, dan aturan koneksi.

CAKUPAN
  • Evaluasi akun dan privilege (revoke PUBLIC, per-user roles)
  • Pembatasan koneksi berdasarkan kebutuhan aplikasi
  • Konfigurasi audit log dan error log
  • Evaluasi kebijakan backup dan retensi data
  • Penerapan least privilege pada service account
BENEFIT

Membatasi akses data sesuai tanggung jawab dan kebutuhan sistem.

Ilustrasi data tersimpan aman dengan enkripsi di server cloud
SERVICE / 03

Operating System Security

Pengamanan sistem operasi server sesuai platform dan kebutuhan perusahaan.

CAKUPAN
  • Linux hardening: Distribution Independent, RHEL, Ubuntu
  • Windows Server security configuration
  • Penguatan kebijakan password (minlen 14, minclass 4)
  • Konfigurasi pam_faillock untuk pembatasan percobaan login
  • Pengelolaan patch dan konfigurasi keamanan
BENEFIT

Menciptakan konfigurasi sistem operasi yang terkendali dan mudah dipelihara.

SERVICE / 04

Custom Firewall & IDS/IPS

Implementasi firewall dan IDS/IPS kustom untuk mengontrol dan memantau lalu lintas jaringan.

CAKUPAN
  • Peninjauan aturan firewall
  • Segmentasi jaringan berdasarkan kebutuhan
  • Pengaturan kebijakan akses
  • Penyesuaian sistem deteksi dan pencegahan intrusi
  • Evaluasi alert dan log keamanan
BENEFIT

Meningkatkan kontrol lalu lintas jaringan serta visibilitas terhadap aktivitas yang tidak biasa.

SERVICE / 05

Cloud Infrastructure Security Tuning

Tuning keamanan infrastruktur cloud untuk meningkatkan kontrol konfigurasi dan pengelolaan akses.

CAKUPAN
  • Peninjauan konfigurasi jaringan cloud
  • Evaluasi IAM dan permission
  • Penguatan akses administratif
  • Peninjauan konfigurasi penyimpanan
  • Evaluasi logging dan monitoring
BENEFIT

Menjaga konsistensi konfigurasi keamanan pada lingkungan cloud.

SERVICE / 06

Security Assessment & Documentation

Penilaian konfigurasi dan penyusunan dokumentasi teknis sebagai dasar pengelolaan keamanan berkelanjutan.

CAKUPAN
  • Inventarisasi komponen infrastruktur
  • Identifikasi konfigurasi berisiko
  • Rekomendasi perbaikan
  • Dokumentasi perubahan
  • Penyusunan saran pemeliharaan
BENEFIT

Mempermudah tim internal memahami kondisi keamanan dan prioritas perbaikan.

PROJECT EXPERIENCE

Pendekatan Keamanan yang Dapat Dievaluasi dan Didokumentasikan

Implementasi hardening membutuhkan proses yang dapat ditinjau kembali oleh perusahaan. Dokumentasi kondisi awal, ruang lingkup pekerjaan, perubahan konfigurasi, dan hasil pengujian menjadi bagian penting dalam pengelolaan proyek.

Publikasi studi kasus wajib memperoleh persetujuan pemilik sistem dan menghilangkan data rahasia seperti alamat IP internal, kredensial, dan detail topologi.

CASE STUDY 01

Server Configuration Review

Ringkasan evaluasi konfigurasi server, identifikasi layanan yang perlu ditinjau, dan dokumentasi rekomendasi pengamanan.

CASE STUDY 02

Enterprise Database Access Control

Contoh ruang lingkup peninjauan akun database, pemisahan hak akses, dan pembatasan koneksi berdasarkan kebutuhan aplikasi.

CASE STUDY 03

Cloud Security Configuration

Contoh proses evaluasi IAM, konfigurasi jaringan, dan logging pada infrastruktur cloud.

METODOLOGI KERJA
Konsultan IT DevSoftware mendampingi tim internal perusahaan
Assessment

Inventarisasi komponen, identifikasi konfigurasi berisiko, dan penentuan prioritas.

Planning

Penyusunan baseline keamanan, jadwal perubahan, dan prosedur rollback.

Implementation

Penerapan konfigurasi dengan pencatatan perubahan dan pengujian fungsi.

Documentation

Serah terima laporan, rekomendasi pemeliharaan, dan panduan tindak lanjut.

OUR WORKFLOW

Proses Hardening Terstruktur dari Evaluasi hingga Dokumentasi

Proses kerja dilakukan secara bertahap agar setiap perubahan konfigurasi memiliki alasan teknis, persetujuan, dan rencana pengujian.

Alur kerja layanan hardening server dan database DevSoftware
01

Initial Consultation

Diskusikan kebutuhan keamanan, kondisi infrastruktur, teknologi yang digunakan, serta kendala operasional perusahaan.

OUTPUT

Ringkasan kebutuhan dan ruang lingkup awal.

02

Infrastructure Assessment

Lakukan inventarisasi dan evaluasi konfigurasi server, database, jaringan, serta infrastruktur cloud berdasarkan akses yang telah disetujui.

OUTPUT

Temuan awal dan daftar konfigurasi yang perlu ditinjau.

03

Security Planning

Susun prioritas perbaikan berdasarkan risiko, tingkat kepentingan sistem, dependensi aplikasi, dan toleransi downtime.

OUTPUT

Rencana hardening, jadwal perubahan, dan prosedur pemulihan.

04

Hardening Implementation

Terapkan konfigurasi pengamanan server, pengendalian akses database, firewall, IDS/IPS, atau penguatan cloud sesuai ruang lingkup proyek.

OUTPUT

Konfigurasi yang telah diperbarui dan catatan perubahan.

05

Testing & Validation

Lakukan pengujian fungsi, konektivitas, akses, dan kontrol keamanan untuk memastikan perubahan sesuai dengan kebutuhan yang disepakati.

OUTPUT

Ringkasan pengujian dan daftar tindak lanjut.

06

Reporting & Handover

Serahkan dokumentasi, hasil pekerjaan, rekomendasi pemeliharaan, dan penjelasan kepada tim internal perusahaan.

OUTPUT

Laporan akhir dan dokumentasi teknis.

Alur kerja layanan Jasa Hardening Server & Database mulai dari konsultasi awal hingga validasi dan serah terima dokumentasi.

Amankan Konfigurasi Infrastruktur Sebelum Menjadi Kendala Operasional

Mulai dengan memahami kondisi sistem, menentukan prioritas pengamanan, dan merencanakan hardening yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

SECURITY APPROACH

Hardening Terencana vs Pengamanan yang Hanya Bersifat Reaktif

Perbedaan pendekatan pengelolaan keamanan dapat memengaruhi konsistensi konfigurasi, kemudahan pemeliharaan, dan kesiapan perusahaan menghadapi perubahan infrastruktur.

Aspek Pengelolaan Reaktif Hardening Terencana
Konfigurasi server Perbaikan saat masalah ditemukan Baseline ditinjau dan didokumentasikan
Hak akses Dapat berkembang tanpa evaluasi berkala Disesuaikan dengan prinsip least privilege
Database Pengaturan mengikuti kebutuhan sesaat Hak akses dan koneksi dievaluasi
Firewall Aturan dapat bertambah tanpa peninjauan Aturan ditinjau sesuai kebutuhan
Infrastruktur cloud Konfigurasi berkembang secara terpisah Kebijakan keamanan ditinjau secara terstruktur
Perubahan sistem Berpotensi tanpa dokumentasi lengkap Perubahan melalui persetujuan dan pencatatan
Pengujian Sering dilakukan setelah gangguan Direncanakan sebagai bagian implementasi
Dokumentasi Tidak selalu diperbarui Menjadi keluaran pekerjaan

Catatan: Perbandingan ini menjelaskan karakteristik pendekatan kerja secara umum, bukan klaim bahwa setiap perusahaan yang melakukan pengelolaan internal menggunakan cara reaktif.

Hardening yang terencana membantu perusahaan memahami konfigurasi yang dimiliki, menentukan prioritas pengamanan, dan menjaga perubahan tetap terdokumentasi.

INFRASTRUCTURE SECURITY INSIGHTS

Mengenal Jasa Hardening Server & Database dan Perannya dalam Keamanan Infrastruktur

Apa Itu Server dan Database Hardening?

Server dan database hardening adalah proses penguatan konfigurasi sistem untuk mengurangi permukaan serangan dan membatasi kemungkinan penyalahgunaan akses. Proses tersebut mencakup penonaktifan layanan yang tidak dibutuhkan, pembatasan port, pengaturan autentikasi, pengelolaan hak akses, peninjauan konfigurasi database, dan penerapan pembaruan keamanan.

Hardening bukanlah satu tindakan yang dapat menyelesaikan seluruh risiko keamanan. Keberhasilannya bergantung pada kesesuaian konfigurasi, pengujian, pemeliharaan, pemantauan, dan peninjauan berkala.

Mengapa Perusahaan Membutuhkan Hardening?

Infrastruktur perusahaan umumnya memiliki banyak komponen yang saling terhubung, termasuk server aplikasi, database, jaringan internal, layanan cloud, dan sistem identitas. Setiap komponen memiliki konfigurasi dan kebutuhan pengamanan yang berbeda.

Data BSSN menunjukkan serangan siber di Indonesia mencapai 5,5 miliar sepanjang 2025 , dengan pola serangan yang terus berubah—upaya penguasaan hak akses administrator melonjak dari 2,76% menjadi 43,65% pada semester I 2026 .

Firewall, IDS/IPS, dan Keamanan Cloud

Firewall berfungsi mengatur lalu lintas jaringan berdasarkan kebijakan yang ditetapkan. IDS mendeteksi aktivitas yang berpotensi mencurigakan, dan IPS dapat mengambil tindakan pencegahan sesuai konfigurasi.

Pada lingkungan cloud, pengamanan mencakup pengelolaan identitas, hak akses, segmentasi jaringan, konfigurasi penyimpanan, dan pemantauan aktivitas.

Hardening sebagai Proses Berkelanjutan

Kondisi infrastruktur dapat berubah karena pembaruan aplikasi, penambahan server, perubahan personel, dan pengembangan jaringan. Hardening perlu menjadi bagian dari siklus pengelolaan keamanan, bukan pekerjaan satu kali.

Perusahaan sebaiknya melakukan peninjauan konfigurasi berkala, memperbarui dokumentasi, mengevaluasi hak akses, serta menguji perubahan sebelum diterapkan pada lingkungan produksi.

FREQUENTLY ASKED QUESTIONS

Pertanyaan Seputar Jasa Hardening Server & Database

Hardening adalah proses penguatan konfigurasi sistem untuk mengurangi permukaan serangan, dengan menonaktifkan layanan yang tidak diperlukan, menerapkan pengaturan default yang aman, dan menyelaraskan konfigurasi dengan praktik keamanan yang diakui. Layanan ini mencakup evaluasi sistem operasi, pengelolaan hak akses, pembatasan koneksi, konfigurasi firewall, dan penguatan database sesuai ruang lingkup proyek.

Cakupan sistem operasi bergantung pada teknologi yang didukung dan disepakati dalam proyek. Hardening dapat dilakukan pada lingkungan Linux maupun Windows Server. CIS Benchmarks menyediakan panduan konfigurasi keamanan untuk berbagai platform, termasuk Distribution Independent Linux, Red Hat Enterprise Linux, Ubuntu Linux, dan Microsoft Windows Server .

Perubahan konfigurasi berpotensi memengaruhi layanan apabila terdapat dependensi yang belum teridentifikasi. Karena itu, proses hardening perlu diawali dengan peninjauan sistem, perencanaan jadwal, persetujuan perubahan, pengujian, dan prosedur pemulihan. Kebutuhan downtime dibahas berdasarkan kondisi infrastruktur dan tingkat perubahan yang akan diterapkan.

Pengamanan database dapat dilakukan dengan mengevaluasi akun, membatasi hak akses berdasarkan kebutuhan pekerjaan, meninjau koneksi, memperkuat autentikasi, mengaktifkan pencatatan aktivitas yang relevan, dan mengevaluasi konfigurasi backup. Pengaturan spesifik bergantung pada jenis database, arsitektur aplikasi, serta kebijakan perusahaan.

Firewall mengatur lalu lintas jaringan berdasarkan aturan akses. IDS berfungsi mendeteksi aktivitas yang mencurigakan dan menghasilkan peringatan, sedangkan IPS dapat melakukan tindakan pencegahan terhadap aktivitas yang memenuhi aturan deteksi. Ketiganya dapat menjadi bagian dari strategi keamanan jaringan yang saling melengkapi.

Tuning keamanan infrastruktur cloud dapat mencakup evaluasi IAM, pengaturan jaringan, kebijakan akses, penyimpanan, logging, dan konfigurasi layanan yang digunakan. CIS Benchmarks menyediakan panduan untuk berbagai penyedia cloud seperti Amazon Web Services, Microsoft Azure, Google Cloud, dan Oracle Cloud Infrastructure .

Tidak. Hardening mengurangi risiko terkait konfigurasi dan kontrol akses, tetapi tidak menjamin sistem sepenuhnya bebas dari ancaman. Data BSSN menunjukkan serangan siber di Indonesia mencapai 5,5 miliar sepanjang 2025 , dan pola serangan terus berubah—upaya penguasaan hak akses administrator melonjak dari 2,76% menjadi 43,65% pada semester I 2026 . Keamanan memerlukan pemantauan berkelanjutan, manajemen patch, dan kesiapan respons insiden.

Keluaran proyek dapat mencakup ringkasan hasil evaluasi, dokumentasi konfigurasi yang diubah, daftar rekomendasi, hasil pengujian, dan panduan pemeliharaan. Detail keluaran ditentukan berdasarkan ruang lingkup dan kesepakatan pekerjaan.

Hardening dapat dipertimbangkan ketika perusahaan membangun infrastruktur baru, melakukan migrasi cloud, memperbarui sistem operasi, atau setelah perubahan besar pada infrastruktur. Data Surfshark menunjukkan Indonesia menempati posisi pertama di Asia Tenggara untuk kebocoran data pada semester I 2026 dengan 1,22 juta akun terdampak , sehingga peninjauan keamanan secara berkala relevan untuk organisasi yang ingin mengurangi paparan risiko.

Durasi bergantung pada jumlah server, kompleksitas infrastruktur, jenis database, serta tingkat perubahan yang diperlukan. Hardening satu sistem Linux untuk memenuhi CIS Benchmark membutuhkan 5–14 jam kerja spesialis . Proyek dengan beberapa server umumnya dapat diselesaikan dalam hitungan hari hingga minggu. Estimasi waktu akan dibahas setelah evaluasi awal dan penentuan ruang lingkup.

Bisa, dengan catatan prosesnya direncanakan secara hati-hati. Perubahan pada lingkungan produksi memerlukan jadwal yang disepakati, uji coba pada lingkungan staging bila tersedia, prosedur rollback, serta pemantauan setelah perubahan. Untuk sistem yang kritis, hardening dapat dilakukan secara bertahap agar dampak terhadap layanan dapat diminimalkan.

Proses dimulai dengan sesi konsultasi awal untuk memahami kondisi infrastruktur, teknologi yang digunakan, dan prioritas keamanan perusahaan. Setelah itu, tim DevSoftware akan menyusun ruang lingkup, estimasi, dan rencana kerja yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan serta jadwal internal perusahaan.

Proses hardening mengacu pada kerangka kerja yang telah dikenal luas, termasuk CIS Benchmarks (Center for Internet Security), OWASP Top 10 2025 (untuk aplikasi dan web server), serta NIST Cybersecurity Framework 2.0 . Untuk konteks Indonesia, UU No. 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi menjadi acuan dalam penyusunan konfigurasi keamanan yang berkaitan dengan data pribadi .

Infrastruktur Lebih Terkontrol Dimulai dari Konfigurasi yang Tepat

Identifikasi kebutuhan hardening, tinjau konfigurasi yang digunakan, dan susun rencana pengamanan yang sesuai dengan prioritas bisnis perusahaan.

Konsultasikan kebutuhan server, database, firewall, dan cloud dengan tim DevSoftware.

SECURITY PLANNING

Rencanakan Evaluasi Keamanan Infrastruktur Anda

Setiap perubahan infrastruktur dapat memengaruhi konfigurasi dan kebutuhan keamanan. Peninjauan secara terstruktur membantu perusahaan memahami prioritas pengamanan dan menentukan langkah lanjutan.

PENAWARAN AWAL
  • Sesi konsultasi awal untuk memahami kebutuhan infrastruktur.
  • Pembahasan ruang lingkup evaluasi keamanan.
  • Rekomendasi awal berdasarkan informasi yang disampaikan calon pelanggan.
  • Penawaran layanan sesuai teknologi dan kompleksitas sistem.

Penawaran khusus hanya ditampilkan apabila telah disetujui, dengan syarat, periode, dan cakupan yang transparan.

Perkuat Keamanan Server dan Database Bersama DevSoftware

Bangun infrastruktur yang lebih terkontrol melalui proses hardening server, penguncian akses database enterprise, penguatan sistem operasi, konfigurasi firewall dan IDS/IPS, serta tuning keamanan cloud yang sesuai dengan kebutuhan bisnis.

Diskusikan kondisi infrastruktur Anda bersama tim DevSoftware untuk menentukan cakupan layanan, prioritas pengamanan, dan rencana implementasi yang tepat.

Sampaikan kebutuhan pengamanan infrastruktur perusahaan Anda untuk memulai pembahasan teknis.

DS
DevSoftware

Penyedia layanan keamanan infrastruktur enterprise: hardening server, pengamanan database, firewall & IDS/IPS, serta tuning keamanan cloud.

Kontak
  • Alamat kantor resmi
  • Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • Telepon: +62-xxx-xxxx-xxxx

© 2025 DevSoftware. Seluruh hak cipta dilindungi.

Kami siap membantu mewujudkan solusi kebutuhan organisasi Anda dan siap berkomitmen hubungan jangka panjang. Mari berdiskusi bersama kami untuk menemukan solusi terbaik bagi kebutuhan Anda! Kontak no. WA: 081-216-309-410! Atau klik tombol hijau di bawah ini!

 Develop by Amanah Solution 2026 | Cassiopeia Extended
 Joomla 6 Framework!