Fixed Asset Software Development
Jasa Pembuatan Software Fixed Asset untuk Pengelolaan Aset Perusahaan yang Lebih Terstruktur
Bangun sistem fixed asset yang membantu perusahaan mencatat aset, mengelola lokasi dan kepemilikan, memantau perawatan, mengelola penyusutan sesuai PSAK 16 dan PMK 72/2023, hingga mendukung kebutuhan audit aktiva dalam satu alur kerja yang sesuai dengan kebutuhan bisnis.
"Kelola siklus hidup aset perusahaan dengan sistem yang terstruktur, terukur, dan mudah diaudit."
Ilustrasi sistem pengelolaan fixed asset untuk membantu perusahaan memantau aset, perawatan, penyusutan, lokasi, dan riwayat aktivitas.
Sistem dirancang mengacu pada standar dan regulasi yang berlaku
Masalah Pengelolaan Aset
Pengelolaan Aset yang Terpisah Membuat Informasi Fixed Asset Sulit Dikendalikan
Ketika data aset masih tersebar di spreadsheet, dokumen manual, atau beberapa sistem berbeda, tim finance, accounting, procurement, dan operasional dapat mengalami kesulitan ketika membutuhkan informasi aset secara cepat.
Masalah tidak hanya terjadi pada pencatatan. Riwayat perawatan, perpindahan lokasi, kondisi aset, nilai buku, jadwal penyusutan, hingga histori perubahan data perlu memiliki jejak yang jelas agar informasi aset dapat digunakan untuk kebutuhan operasional dan audit.
Studi akademik terhadap PT Hasjrat Abadi Manado dan PT Perkebunan Nusantara IV Unit Mayang menunjukkan pola yang konsisten: perusahaan telah berupaya mengikuti standar, namun tetap menemukan celah pada kapitalisasi biaya inspeksi, konsistensi pemasukan bea masuk ke biaya perolehan, serta pengungkapan revaluasi. Perusahaan dengan banyak cabang atau jumlah aset yang terus bertambah membutuhkan software pengelolaan aktiva tetap perusahaan yang menyatukan informasi tersebut tanpa bergantung pada pencatatan manual yang berulang.
Contoh alur konsolidasi data fixed asset dari beberapa sumber operasional menjadi satu sistem terpusat.
Solusi
Satu Sistem untuk Mengelola Siklus Hidup Aset dari Pencatatan hingga Audit
Jasa Pembuatan Software Fixed Asset dapat dirancang sesuai proses pengelolaan aset perusahaan, mulai dari registrasi aset, klasifikasi, penempatan, perpindahan, pemeliharaan, hingga status aset.
PSAK 16 mengatur dua model pengukuran setelah pengakuan awal: model biaya dan model revaluasi. Dalam model revaluasi, aset tetap yang nilai wajarnya dapat diukur secara andal dicatat pada jumlah revaluasian, yaitu nilai wajar pada tanggal revaluasi dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai setelah tanggal revaluasi.
PMK 72/2023 yang berlaku efektif 17 Juli 2023 menetapkan empat kelompok harta berwujud bukan bangunan dengan masa manfaat 4, 8, 16, dan 20 tahun. Bangunan permanen memiliki masa manfaat 20 tahun, sedangkan bangunan tidak permanen 10 tahun.
Pasal 7 PMK 72/2023 mengatur bahwa biaya perbaikan harta berwujud yang memiliki masa manfaat lebih dari satu tahun dikapitalisasi pada nilai sisa buku fiskal dan dibebankan melalui penyusutan. Namun, perawatan rutin yang dilakukan satu kali atau lebih dalam setahun tidak dikapitalisasi.
Asset Lifecycle
REGISTER
CLASSIFY
ASSIGN
MAINTAIN
DEPRECIATE
AUDIT
RETIRE
Lifecycle fixed asset dari registrasi hingga retirement dalam satu alur pengelolaan.
Punya proses pengelolaan aset yang berbeda dengan perusahaan lain?
Kami dapat membantu menerjemahkan kebutuhan tersebut menjadi sistem fixed asset yang sesuai dengan workflow bisnis.
Fitur & Manfaat
Fitur yang Dibangun Mengikuti Kebutuhan Pengelolaan Aset Perusahaan
01
Asset Registry
Menyimpan informasi utama aset seperti kode aset, kategori, lokasi, kepemilikan, kondisi, nilai, dan status.
Benefit: Tim memiliki sumber data aset yang lebih terstruktur.
02
Asset Lifecycle
Memantau perjalanan aset dari pengadaan hingga retirement.
Benefit: Riwayat aset lebih mudah ditelusuri.
03
Maintenance Tracking
Mencatat jadwal, histori, dan aktivitas perawatan aset. Cocok bagi perusahaan yang membutuhkan vendor pelacak perawatan aset rutin dengan sistem yang terdokumentasi.
Benefit: Tim dapat memantau aktivitas maintenance tanpa bergantung pada catatan terpisah.
04
Depreciation Management
Mengelola penyusutan berdasarkan PSAK 16 (model biaya atau revaluasi) dan PMK 72/2023 untuk kepatuhan fiskal. Sistem mendukung 4 kelompok masa manfaat: 4, 8, 16, dan 20 tahun untuk harta berwujud bukan bangunan.
Benefit: Informasi nilai aset dapat dikelola secara lebih terstruktur.
05
Asset Transfer
Mencatat perpindahan aset antar lokasi, departemen, atau penanggung jawab.
Benefit: Riwayat perpindahan aset dapat ditelusuri.
06
Audit Trail
Mencatat perubahan data dan aktivitas pengguna. Sejak Coretax berlaku penuh, DJP memiliki visibilitas langsung terhadap data transaksi melalui pre-populated data dari e-Faktur dan e-Bupot.
Benefit: Membantu kebutuhan pemeriksaan dan penelusuran perubahan.
07
Approval Workflow
Mendukung proses persetujuan untuk aktivitas tertentu.
Benefit: Proses pengelolaan aset dapat mengikuti struktur otorisasi perusahaan.
08
Reporting
Menyediakan laporan sesuai kebutuhan perusahaan, termasuk pengungkapan sesuai PSAK 16.
Benefit: Tim dapat memperoleh informasi aset dalam format yang lebih mudah digunakan.
09
Role & Permission
Membatasi akses berdasarkan peran pengguna.
Benefit: Data dapat dikelola sesuai tanggung jawab masing-masing tim.
10
Multi-Location
Mendukung perusahaan yang memiliki banyak lokasi atau cabang.
Benefit: Informasi aset dari berbagai lokasi dapat dikelola dalam struktur sistem yang sama.
Konteks Industri
Mengapa Perusahaan di Indonesia Mulai Beralih ke Sistem Fixed Asset Terintegrasi
4 Kelompok
Klasifikasi Penyusutan Fiskal
PMK 72/2023 menetapkan 4 kelompok harta berwujud bukan bangunan dengan masa manfaat 4, 8, 16, dan 20 tahun. Bangunan permanen 20 tahun, tidak permanen 10 tahun.
30 Hari
Batas Waktu Keputusan Revaluasi
Berdasarkan PER-8/PJ/2025, DJP harus memberikan keputusan atas permohonan revaluasi aktiva tetap maksimal 30 hari setelah BPE diterbitkan. Jika lewat, permohonan dianggap disetujui.
10%
Tarif PPh Final atas Selisih Revaluasi
Atas selisih lebih revaluasi aktiva tetap di atas nilai sisa buku fiskal semula dikenakan PPh final 10%. Wajib pajak harus melunasi maksimal 15 hari setelah surat keputusan persetujuan diterbitkan.

Catatan Transparansi
Data di atas bersumber dari publikasi resmi DJP Kemenkeu dan PER-8/PJ/2025 yang dapat diverifikasi. Kami tidak menampilkan testimonial, logo klien, atau statistik internal perusahaan yang belum dapat diverifikasi secara publik. Case study akan ditambahkan setelah memperoleh izin dari klien terkait.
How It Works
Bagaimana Proses Pengembangan Software Fixed Asset Berjalan?
01
Discovery
Memahami struktur aset, workflow, pengguna, dan kebutuhan laporan.
02
Process Mapping
Memetakan proses registrasi, perpindahan, maintenance, penyusutan, approval, dan audit.
03
System Design
Menyusun struktur data, role, permission, workflow, dan rancangan interface.
04
Development
Developer sistem informasi fixed asset mulai membangun modul berdasarkan requirement yang telah disepakati.
05
Integration
Jika dibutuhkan, sistem dapat dirancang untuk terhubung dengan sistem lain melalui mekanisme integrasi yang sesuai.
06
Testing
Melakukan pengujian terhadap workflow dan fungsi sistem.
07
Deployment
Sistem dipersiapkan untuk digunakan di lingkungan perusahaan.
08
Improvement
Pengembangan dapat dilanjutkan sesuai kebutuhan bisnis.
Alur pengembangan software fixed asset dari discovery hingga implementasi.
Bangun Sistem Fixed Asset yang Sesuai dengan Proses Bisnis Anda
Tidak semua perusahaan memiliki struktur aset, workflow, dan kebutuhan laporan yang sama. Diskusikan kebutuhan sistem Anda untuk menentukan pendekatan pengembangan yang sesuai.
Perbandingan
Pengelolaan Manual vs Sistem Fixed Asset Terintegrasi
| Area | Cara Manual | Fixed Asset Software |
|---|---|---|
| Data aset | Spreadsheet / dokumen | Database terpusat |
| Lokasi aset | Dicatat manual | Dikelola dalam sistem |
| Maintenance | Catatan terpisah | Maintenance tracking |
| Penyusutan | Perhitungan terpisah | Modul sesuai PSAK 16 & PMK 72/2023 |
| Transfer aset | Dokumen manual | Workflow transfer |
| Audit | Mencari dokumen | Histori & audit trail |
| Approval | Email / dokumen | Workflow persetujuan |
| Reporting | Rekap manual | Laporan dari data sistem |
| Permission | Sulit dikontrol | Role & permission |
| Multi-cabang | File terpisah | Struktur lokasi terpusat |
Artikel
Apa Itu Software Fixed Asset dan Mengapa Perusahaan Membutuhkannya?
Software fixed asset adalah sistem yang digunakan untuk membantu perusahaan mengelola informasi dan siklus hidup aset tetap secara terstruktur. Aset yang dikelola dapat mencakup perangkat kerja, kendaraan, mesin, peralatan, fasilitas, maupun aset fisik lain yang digunakan dalam aktivitas bisnis. Sistem tidak hanya berfungsi sebagai tempat menyimpan daftar aset, tetapi dapat menjadi bagian dari proses operasional, finance, accounting, dan audit.
Software pengelolaan aktiva tetap perusahaan dapat dirancang untuk mengelola informasi seperti identitas aset, kategori, lokasi, penanggung jawab, kondisi, nilai, histori perpindahan, maintenance, hingga status aset. Dengan struktur data yang konsisten, perusahaan dapat mengurangi ketergantungan terhadap pencatatan yang tersebar di berbagai spreadsheet atau dokumen.
Salah satu kebutuhan yang sering muncul adalah pengelolaan penyusutan aset. PSAK 16 mengatur dua model pengukuran setelah pengakuan awal: model biaya dan model revaluasi. Dalam model revaluasi, aset tetap yang nilai wajarnya dapat diukur secara andal dicatat pada jumlah revaluasian, yaitu nilai wajar pada tanggal revaluasi dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai setelah tanggal revaluasi. Sementara PMK 72/2023 yang berlaku efektif 17 Juli 2023 menetapkan empat kelompok harta berwujud bukan bangunan dengan masa manfaat 4, 8, 16, dan 20 tahun. Bangunan permanen memiliki masa manfaat 20 tahun, sedangkan bangunan tidak permanen 10 tahun.
Ada detail yang sering terlewat. Pasal 7 PMK 72/2023 mengatur bahwa biaya perbaikan harta berwujud yang memiliki masa manfaat lebih dari satu tahun dikapitalisasi pada nilai sisa buku fiskal dan dibebankan melalui penyusutan. Namun, perawatan rutin yang dilakukan satu kali atau lebih dalam setahun tidak dikapitalisasi. Contohnya, servis mobil tahunan dengan penggantian suku cadang tidak dapat dikapitalisasi, sedangkan turun mesin setiap 4 tahun dengan penggantian komponen dapat dikapitalisasi.
Selain aspek finance, fixed asset juga berkaitan dengan operasional. Vendor pelacak perawatan aset rutin dapat membantu perusahaan merancang sistem untuk mencatat jadwal maintenance, histori perbaikan, kondisi aset, dan aktivitas perawatan. Informasi tersebut dapat digunakan oleh tim terkait untuk mengetahui riwayat aktivitas pada setiap aset.
Dari sisi governance, sistem fixed asset juga dapat mendukung kebutuhan pemeriksaan. Sejak Coretax berlaku penuh, DJP memiliki visibilitas langsung terhadap data transaksi melalui pre-populated data dari e-Faktur dan e-Bupot. Managing Partner KKP Kusumanto & Rekan dan Head of Tax BDO Indonesia, Irwan Kusumanto, menilai bahwa dalam ekosistem baru ini, integritas data menjadi aset strategis: "Kebersihan data bukan lagi sekadar tugas administratif di belakang layar, melainkan keharusan strategis bagi kepemimpinan korporat untuk memitigasi risiko audit dan memastikan kepatuhan yang berkelanjutan".
Pada perusahaan dengan jumlah aset dan lokasi yang besar, developer sistem informasi fixed asset perlu memahami proses bisnis secara menyeluruh. Pengembangan sistem sebaiknya dimulai dari pemetaan workflow, struktur data, hak akses, kebutuhan laporan, hingga integrasi dengan sistem lain jika memang diperlukan.
Karena setiap perusahaan memiliki kebijakan dan struktur operasional yang berbeda, jasa pembuatan software fixed asset sebaiknya tidak hanya berfokus pada pembuatan interface. Sistem perlu dirancang berdasarkan kebutuhan nyata agar fitur yang dibangun benar-benar mendukung proses pengelolaan aset perusahaan.
FAQ
Pertanyaan Seputar Software Fixed Asset
Belum Yakin Modul Apa yang Dibutuhkan?
Mulai dari proses bisnis Anda.
Ceritakan bagaimana perusahaan saat ini mencatat aset, melakukan maintenance, menghitung penyusutan, dan menjalankan audit. Tim dapat membantu menerjemahkan kebutuhan tersebut menjadi rancangan sistem.
Mulai dengan Discovery Sebelum Masuk ke Tahap Development
Sebelum software dibangun, kebutuhan bisnis perlu dipahami terlebih dahulu. Discovery membantu menentukan scope, workflow, modul, integrasi, dan kebutuhan pengguna.
Discovery & System Requirement Discussion
Siapkan Sistem Fixed Asset yang Lebih Terstruktur untuk Bisnis Anda
Mulai diskusikan kebutuhan software fixed asset perusahaan, dari pengelolaan aset, maintenance, penyusutan, workflow, hingga kebutuhan audit.
Kontak Resmi