Custom Software Development

Jasa Pembuatan Software Yayasan / Panti Asuhan untuk Pengelolaan Lembaga yang Lebih Terstruktur

CustomSoft mengembangkan software custom untuk yayasan dan panti asuhan berdasarkan pemetaan alur kerja lembaga. Sistem mencakup pencatatan data penerima manfaat, donatur, program, keuangan, hingga penyusunan laporan yang mengacu pada ISAK 35 — termasuk pemisahan dana dengan pembatasan dan dana tanpa pembatasan, klasifikasi yang menurut praktisi sering dilewatkan karena dianggap formalitas.

Digitalisasi administrasi yayasan melalui software yang dirancang setelah memahami proses kerja lembaga — bukan sebaliknya.

Dashboard software yayasan untuk pengelolaan data penerima manfaat dan donatur

Dashboard menampilkan posisi dana per program, sehingga pengurus bisa melihat sisa dana setiap program tanpa membuka banyak file Excel.

CustomSoft Custom Software Development Web • Mobile • Dashboard • Integration
Lihat Company Profile

Tantangan Operasional

Ketika Pengelolaan Yayasan Masih Terpecah di Banyak File

Data Kementerian Sosial menunjukkan terdapat sekitar 12.745 LKS anak di Indonesia. Dari jumlah tersebut, 2.238 lembaga belum atau tidak terakreditasi, dan 1.715 lembaga tidak memenuhi syarat operasional. Salah satu kendala yang sering muncul adalah keterbatasan sistem administrasi dan pelaporan.

Studi terhadap Yayasan Panti Nugraha menemukan bahwa sebelum pendampingan, dokumen tata kelola dan rencana strategis sama sekali belum tersedia, sementara laporan keuangan hanya meningkat 50% setelah intervensi — lebih rendah dibanding capaian program yang naik 100%. Tantangan terbesar bukan pada sistem pencatatannya, melainkan pada klasifikasi dana terikat vs tidak terikat yang sering diperlakukan sama.

Penelitian lain terhadap Yayasan Al-Barkah menemukan bahwa yayasan tersebut sama sekali belum menyusun laporan keuangan, sehingga transparansi dan akuntabilitas publik tidak dapat diverifikasi. Studi terhadap SMP Plus Zainul Ulum menyimpulkan sistem akuntansinya masih sederhana dan belum sepenuhnya mengikuti ISAK 35.

Alur Administrasi Manual

Data Manual ↓ Spreadsheet ↓ Chat / Dokumen ↓ Rekap Manual ↓ Laporan ↓ Risiko data tidak sinkron

Alur administrasi manual dapat membuat informasi yayasan tersebar di berbagai tempat dan membutuhkan proses rekap tambahan.

Solusi Terintegrasi

Satu Sistem untuk Mengelola Operasional Yayasan

Sistem menyediakan chart of accounts yang memisahkan dana terikat dan tidak terikat sejak pencatatan awal. Banyak organisasi mencampur dana dengan pembatasan ke dalam kas operasional, sehingga sulit membedakan dana yang bebas digunakan dengan dana yang hanya boleh dipakai untuk program tertentu.

Modul keuangan dirancang mengikuti struktur lima komponen ISAK 35: Laporan Posisi Keuangan, Laporan Penghasilan Komprehensif, Laporan Perubahan Aset Neto, Laporan Arus Kas, dan Catatan atas Laporan Keuangan.

Permensos No. 5 Tahun 2024 mewajibkan LKS menyampaikan laporan kegiatan dan kinerja secara berkala kepada Dinas Sosial. Pelanggaran dapat dikenai sanksi administratif hingga denda Rp100 juta dan pencabutan izin operasional. Di Kota Tangerang, Dinsos telah mendata 72 LKS dan membentuk tim lintas instansi untuk pengawasan berkelanjutan.

Penerima Manfaat

Profil, status, riwayat

Donatur

Data & histori kontribusi

Program

Kegiatan & progres

Keuangan

Pemisahan dana terikat & tidak terikat

Inventaris

Aset & barang lembaga

Laporan

Lima komponen ISAK 35

Modul software dapat disusun berdasarkan kebutuhan operasional dan struktur administrasi yayasan.

Punya Alur Kerja Yayasan yang Berbeda? Bangun Sistem yang Mengikutinya.

Proses kerja setiap lembaga berbeda. Software dirancang setelah pemetaan alur administrasi yang berjalan.

Fitur & Manfaat

Modul yang Dapat Disesuaikan dengan Kebutuhan Lembaga

Setiap modul dirancang untuk menjawab kebutuhan operasional spesifik.

01

Manajemen Penerima Manfaat

Menyimpan profil, status, riwayat, dan informasi penerima manfaat dalam satu sistem.

Benefit: pencarian data menjadi lebih cepat dan terstruktur.

02

Manajemen Donatur

Mengelola data donatur dan riwayat kontribusi.

Benefit: memudahkan pengurus melihat histori dukungan.

03

Manajemen Program

Mencatat program sosial, kegiatan, target, dan progres.

Benefit: aktivitas program lebih mudah dipantau.

04

Manajemen Donasi

Mencatat transaksi donasi dan sumber dana.

Benefit: mengurangi pencatatan yang tersebar.

05

Keuangan Yayasan

Pemisahan dana terikat dan tidak terikat sejak pencatatan awal, dengan klasifikasi aset neto sesuai ISAK 35.

Benefit: memudahkan proses rekap dan pelaporan sesuai standar.

06

Inventaris

Mencatat aset dan barang yang dimiliki lembaga.

Benefit: kondisi serta keberadaan aset lebih mudah dipantau.

07

Manajemen Dokumen

Menyimpan informasi dokumen administratif secara terorganisir.

Benefit: pencarian dokumen lebih praktis.

08

Dashboard Manajemen

Menampilkan posisi dana per program, sehingga pengurus bisa melihat sisa dana setiap program tanpa membuka banyak file Excel.

Benefit: pengurus dapat melihat kondisi operasional dengan lebih cepat.

09

Laporan

Menyediakan struktur lima komponen ISAK 35: Laporan Posisi Keuangan, Laporan Penghasilan Komprehensif, Laporan Perubahan Aset Neto, Laporan Arus Kas, dan CALK.

Benefit: mengurangi pekerjaan rekap manual dan membantu kepatuhan pelaporan.

10

Hak Akses Pengguna

Hak akses dapat disesuaikan dengan peran pengguna.

Benefit: setiap pengguna hanya mendapatkan akses sesuai kebutuhannya.

Dokumentasi

Dokumentasi Pengembangan Sistem

Jika studi kasus khusus yayasan belum tersedia, kami menampilkan portofolio software lain yang relevan secara teknis.

Dashboard tata kelola yayasan digital untuk pengelolaan data dan administrasi lembaga

Tata Kelola Yayasan Digital

Dashboard administrasi yang menampilkan ringkasan data dan aktivitas lembaga dalam satu tampilan.

Tampilan software manajemen yayasan untuk pencatatan program dan keuangan lembaga

Software Manajemen Yayasan

Tampilan modul untuk pencatatan program, donatur, dan keuangan yayasan secara terintegrasi.

Diagram tata kelola yayasan untuk pemetaan alur administrasi dan pelaporan lembaga sosial

Diagram Tata Kelola Yayasan

Diagram alur data dari input penerima manfaat hingga laporan manajemen.

Cara Kerja

Proses Pengembangan yang Terstruktur

Yayasan di berbagai wilayah Indonesia dapat memiliki kebutuhan sistem yang berbeda sehingga pendekatan custom lebih fleksibel dibanding sistem yang terlalu generik.

01

Konsultasi

Memahami kebutuhan dan alur kerja yayasan.

02

Analisis Sistem

Memetakan pengguna, data, proses, dan kebutuhan modul.

03

Perancangan

Membuat struktur sistem dan antarmuka.

04

Development

Software dikembangkan berdasarkan kebutuhan yang telah disepakati.

05

Testing

Sistem diuji untuk memastikan fungsi berjalan sesuai kebutuhan.

06

Deployment

Software disiapkan untuk digunakan oleh tim yayasan.

07

Pengembangan Lanjutan

Sistem dapat dikembangkan ketika kebutuhan lembaga bertambah.

Mulai dari Proses yang Paling Membutuhkan Digitalisasi

Tidak harus langsung membangun seluruh sistem. Pengembangan dapat dimulai dari modul yang paling dibutuhkan kemudian diperluas sesuai perkembangan organisasi.

Perbandingan

Cara Manual vs Software Custom

Perbandingan berikut bersifat faktual. Software custom tidak selalu menjadi pilihan terbaik untuk semua lembaga — keputusan bergantung pada skala, kebutuhan, dan kesiapan organisasi.

Aspek Cara Manual Software Custom
Data penerima manfaat File terpisah Sistem terpusat
Data donatur Rekap manual Histori terstruktur
Program Dokumentasi terpisah Modul program
Keuangan Dana terikat & tidak terikat dicampur Pemisahan sejak pencatatan awal
Laporan Tidak lengkap 5 komponen Mengacu 5 komponen ISAK 35
Hak akses Sulit dikontrol Dapat disesuaikan
Dashboard Tidak tersedia Posisi dana per program
Pengembangan Terbatas Dapat dikembangkan

Artikel Edukatif

Apa Itu Software Yayasan dan Mengapa Lembaga Sosial Membutuhkannya?

Software yayasan adalah sistem informasi yang membantu lembaga sosial mencatat data penerima manfaat, donatur, program, keuangan, dan inventaris dalam satu basis data. Berbeda dengan aplikasi generik, software yayasan dirancang mengikuti alur kerja dan struktur organisasi masing-masing lembaga.

Dalam konteks regulasi Indonesia, ISAK 35 mengatur penyajian laporan keuangan entitas berorientasi nonlaba. Standar ini disahkan pada 26 September 2018 dan berlaku efektif sejak 1 Januari 2020, menggantikan PSAK 45. ISAK 35 menetapkan lima komponen laporan keuangan: Laporan Posisi Keuangan, Laporan Penghasilan Komprehensif, Laporan Perubahan Aset Neto, Laporan Arus Kas, dan Catatan atas Laporan Keuangan. Perubahan pentingnya adalah penyederhanaan klasifikasi aset neto dari tiga kategori menjadi dua: aset neto dengan pembatasan dan aset neto tanpa pembatasan.

Studi terhadap Yayasan Al-Barkah menemukan bahwa yayasan tersebut sama sekali belum menyusun laporan keuangan. Konsekuensinya: transparansi dan akuntabilitas publik tidak dapat diverifikasi, dan risiko penyalahgunaan dana meningkat karena tidak ada catatan penggunaan. Studi terhadap SMP Plus Zainul Ulum di Jember menyimpulkan sistem akuntansinya masih sederhana dan belum sepenuhnya mengikuti ISAK 35. Sementara itu, studi terhadap Yayasan Panti Nugraha menemukan bahwa sebelum pendampingan, dokumen tata kelola dan rencana strategis sama sekali belum tersedia, dan laporan keuangan hanya meningkat 50% setelah intervensi — lebih rendah dibanding capaian program yang naik 100%.

Dari sisi kewajiban regulasi, Permensos No. 5 Tahun 2024 tentang Lembaga Kesejahteraan Sosial memperkuat kewajiban pelaporan. LKS wajib menyampaikan laporan kegiatan dan kinerja secara berkala kepada Dinas Sosial. Sanksi administratif dapat berupa peringatan tertulis, penghentian sementara kegiatan, denda maksimal Rp100 juta, hingga pencabutan izin operasional. Di Kota Tangerang, Dinsos telah mendata 72 LKS dan membentuk tim lintas instansi untuk pengawasan berkelanjutan.

Ketika memilih software yayasan, pertimbangkan kesesuaian dengan alur kerja, kemampuan memisahkan dana terikat dan tidak terikat sejak pencatatan awal, serta kemudahan penggunaan bagi pengurus dengan latar belakang non-akuntansi. Jasa pembuatan software yayasan / panti asuhan yang baik akan membantu lembaga memetakan kebutuhan sebelum masuk ke tahap pengembangan.

FAQ

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Software yayasan adalah sistem yang membantu lembaga mencatat data penerima manfaat, donatur, program, keuangan, inventaris, dan laporan dalam satu basis data yang dapat diakses sesuai peran pengguna.

Ya. Sistem dirancang setelah pemetaan alur kerja, struktur pengguna, dan kebutuhan laporan lembaga.

Bisa. Modul dapat disesuaikan untuk data anak/penerima manfaat, pengurus, donatur, program, inventaris, dan laporan.

Bisa. Hak akses dapat diatur berdasarkan peran: administrator, pengurus, bendahara, operator, atau manajemen.

Bisa. Bentuk sistem disesuaikan dengan kebutuhan, termasuk aplikasi web maupun platform lainnya.

Bisa. Pengembangan dapat dimulai dari modul prioritas dan dilanjutkan dengan modul tambahan.

Bisa, jika kebutuhan sistem mencakup dashboard terintegrasi. Informasi disusun berdasarkan data dan modul yang digunakan.

Pengembangan sistem dapat dilakukan untuk lembaga di berbagai wilayah, termasuk Banjarbaru, Pekanbaru, Palembang, Pontianak, Jayapura, Tarakan, Ambon, Ternate, Kendari, Palu, dan kota lainnya.

Integrasi dapat dirancang berdasarkan sistem, API, format data, dan kebutuhan teknis yang tersedia.

Tahap awal: konsultasi kebutuhan, pemetaan proses kerja, penentuan modul prioritas, lalu penyusunan rancangan sistem.

Sistem dapat mencatat transaksi dengan klasifikasi dana dengan pembatasan dan tanpa pembatasan, serta menghasilkan struktur laporan yang mengacu pada ISAK 35. Penyusunan laporan keuangan final tetap membutuhkan supervisi tenaga akuntansi yang kompeten.

Permensos No. 5 Tahun 2024 mewajibkan LKS menyampaikan laporan kegiatan dan kinerja secara berkala. Software membantu menyusun data yang dibutuhkan, meskipun format dan mekanisme pelaporan tetap mengikuti ketentuan Dinas Sosial setempat.

Ubah Administrasi yang Terpisah Menjadi Sistem yang Lebih Terstruktur

Konsultasi

Konsultasi Kebutuhan Sistem

Diskusikan kebutuhan software, modul prioritas, dan alur kerja lembaga sebelum menentukan rancangan sistem.

Bangun Software Yayasan yang Mengikuti Kebutuhan Lembaga Anda

CustomSoft membantu merancang dan mengembangkan software custom untuk pengelolaan data, administrasi, program, donasi, keuangan, hingga pelaporan yayasan dan panti asuhan.

Kami siap membantu mewujudkan solusi kebutuhan organisasi Anda dan siap berkomitmen hubungan jangka panjang. Mari berdiskusi bersama kami untuk menemukan solusi terbaik bagi kebutuhan Anda! Kontak no. WA: 081-216-309-410! Atau klik tombol hijau di bawah ini!

 Develop by Amanah Solution 2026 | Cassiopeia Extended
 Joomla 6 Framework!