Custom Software Development — SIMRS
CustomSoft mengembangkan SIMRS dengan pendekatan custom development. Artinya: modul, alur kerja, role pengguna, dan integrasi dirancang berdasarkan proses yang benar-benar berjalan di rumah sakit Anda. Bukan memaksa staf beradaptasi dengan struktur sistem yang sudah jadi.
SIMRS yang dibangun mengikuti alur kerja rumah sakit, bukan sebaliknya.
Ilustrasi arsitektur sistem informasi yang menghubungkan proses pelayanan, administrasi, dan data operasional rumah sakit.
Data yang Terpisah Membuat Operasional Rumah Sakit Berjalan Dua Kali
Bukan karena staf tidak mampu. Bukan karena teknologi tidak tersedia. Masalahnya struktural: setiap unit menyimpan datanya sendiri.
Sebuah studi di RSUD Otanaha Kota Gorontalo menemukan bahwa 64% unit pelayanan masih menggunakan pencatatan manual, 48% pegawai administratif belum menguasai fungsi utama SIMRS, dan keterlambatan pembaruan data pasien mencapai rata-rata 7,4 jam. Angka-angka ini bukan anomali. Ini pola yang berulang di banyak rumah sakit daerah.
Ketika pendaftaran, poliklinik, farmasi, dan keuangan menggunakan database masing-masing, staf mengerjakan pekerjaan yang sama dua kali. Satu kali untuk unitnya sendiri. Satu kali lagi untuk "menyamakan" dengan unit lain. Dalam proses ini, risiko salah input meningkat, dan waktu yang seharusnya dipakai untuk pelayanan habis untuk rekonsiliasi data.
Dampaknya tidak hanya administratif. Manajemen tidak bisa melihat gambaran operasional secara real-time karena data baru "lengkap" beberapa jam setelah kejadian. Keputusan diambil berdasarkan informasi yang sudah tertinggal.
Data dari Studi Implementasi SIMRS
Sumber: Studi implementasi SIMRS di RSUD Otanaha, 2025
Satu Basis Data. Semua Unit yang Berwenang Melihat. Tidak Ada Entri Ulang.
CustomSoft membangun SIMRS dengan arsitektur yang memungkinkan pertukaran data antar modul tanpa perantara manusia. Ketika pasien mendaftar, data identitasnya tersedia di poliklinik. Ketika dokter menulis resep, informasi langsung sampai ke farmasi. Ketika laboratorium menyelesaikan pemeriksaan, hasilnya dapat diakses oleh dokter yang meminta.
Ini bukan otomasi untuk otomasi. Ini mengurangi pekerjaan yang tidak perlu. Staf tidak lagi menjadi "jembatan data" antar unit. Mereka kembali mengerjakan pekerjaan yang memang membutuhkan keahlian mereka.
Model pengembangan mengikuti prinsip yang direkomendasikan dalam Pedoman Tata Kelola Rumah Sakit: beli putus, bukan sewa berlangganan; source code dan database menjadi milik rumah sakit; dan sistem tidak bergantung pada satu vendor.
Lihat juga: Jasa Pembuatan Software Manufaktur | ERP & Produksi Custom — pendekatan serupa untuk industri manufaktur.
Model Pengembangan
Kepemilikan penuh
Source code dan database diserahkan ke rumah sakit
Tanpa vendor lock-in
Sistem dapat dilanjutkan oleh tim internal atau vendor lain
Interoperabilitas wajib
Mendukung HL7 FHIR, ICD-10, SNOMED CT, LOINC
Berdasarkan Pedoman Tata Kelola Rumah Sakit, Buku 4 Bidang Operasional
Regulasi yang Mengikat, Bukan Sekadar Referensi
SIMRS di Indonesia diatur oleh kerangka hukum yang spesifik. Sistem yang tidak dirancang dengan pemahaman ini akan bermasalah pada tahap implementasi.
Permenkes No. 24 Tahun 2022
Mewajibkan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan menyelenggarakan Rekam Medis Elektronik. Mengatur hak akses: penginputan oleh PPA/PMIK, perbaikan maksimal 2×24 jam, akses melihat oleh tenaga internal yang ditunjuk.
Salinan resmi →Permenkes No. 6 Tahun 2026
Payung hukum terbaru untuk rumah sakit. Mengatur tata kelola, klasifikasi, dan integrasi dengan sistem layanan kesehatan nasional yang semakin terhubung.
Salinan resmi →Standar Interoperabilitas SatuSehat
Wajib menggunakan HL7 FHIR R4 dan terminologi ICD-10, SNOMED CT, LOINC. Data yang harus dikirim mencakup Encounter, Condition, Observation, Medication, DiagnosticReport, Procedure.
Dokumentasi teknis →Data Adopsi RME di Indonesia
Per Oktober 2025, dari 3.239 rumah sakit di Indonesia:
3.138
Sudah menerapkan RME
495
Belum mencakup 6 layanan inti
30,38%
Integrasi SatuSehat tercapai
Sumber: Kementerian Kesehatan RI, 2025
Standar Vendor yang Ditetapkan Pedoman Pengadaan
Pedoman Tata Kelola Rumah Sakit menetapkan standar minimum yang harus dipenuhi vendor SIMRS. Ini bukan preferensi, melainkan syarat pengadaan.
| Aspek | Standar Minimum |
|---|---|
| Hak Data | Seluruh data pasien dan operasional menjadi milik rumah sakit |
| Kepemilikan Sistem | Rumah sakit memiliki akses penuh terhadap source code dan database |
| Integrasi | Terhubung dengan LIS, RIS, Farmasi, Keuangan, BPJS, dan SATUSEHAT |
| Keamanan | Enkripsi, audit trail, role-based access, dan backup otomatis |
| Support | SLA 24/7, dukungan migrasi data, pelatihan, dan dokumentasi lengkap |
| Teknologi | Standar HL7 FHIR, ICD-10, SNOMED CT, dan LOINC |
Sumber: Pedoman Tata Kelola Rumah Sakit, Buku 4 Bidang Operasional
Modul yang Dapat Dirancang
Setiap modul dapat dikembangkan secara bertahap. Lihat juga Jasa Pembuatan Software Supply Chain & WMS Custom untuk pendekatan serupa pada manajemen rantai pasok.
Proses Pengembangan
Untuk kebutuhan transformasi sistem yang sudah berjalan, lihat Jasa Modernisasi Sistem Legacy.
01 — Discovery & KAK
Pemetaan kebutuhan, proses bisnis, dan penyusunan Kerangka Acuan Kerja. Output: dokumen scope yang disepakati.
02 — Process Mapping
Memetakan aliran data antar unit. Output: diagram alur dan titik integrasi.
03 — System Architecture
Struktur aplikasi, database, modul, role, dan mekanisme integrasi.
04 — UI/UX & Development
Interface dan fungsi software. Termasuk proof of concept untuk modul utama.
05 — Integration & Testing
Pengujian fungsi dan integrasi antar modul serta dengan sistem eksternal.
06 — Deployment & Training
Implementasi, pelatihan operator, dan dokumentasi. Termasuk pendampingan hingga fase stabil.
07 — Maintenance
Pengembangan dan pemeliharaan berdasarkan kebutuhan lanjutan.
SIMRS Custom vs Sistem dengan Workflow Tetap
| Aspek | Sistem Workflow Tetap | SIMRS Custom |
|---|---|---|
| Alur kerja | Staf menyesuaikan sistem | Sistem menyesuaikan proses |
| Modul | Terbatas pada paket | Dirancang sesuai kebutuhan |
| Integrasi | Bergantung kemampuan vendor | Dirancang sesuai arsitektur |
| Hak akses | Struktur standar | Disesuaikan peran organisasi |
| Kepemilikan | Sewa berlangganan | Beli putus. Source code milik RS |
| Pengembangan | Bergantung roadmap vendor | Dapat dikembangkan mandiri |
Layanan Terkait
Jasa Optimasi Kecepatan Software & Database Enterprise
Untuk sistem yang sudah berjalan namun membutuhkan peningkatan performa.
Jasa Pembuatan Software Fixed Asset | Kelola Aset PSAK 16
Untuk manajemen aset tetap rumah sakit sesuai standar akuntansi.
Jasa Pembuatan Software Supply Chain & WMS Custom
Untuk manajemen rantai pasok dan gudang farmasi rumah sakit.
Jasa Pembuatan Software Budgeting Custom untuk Perusahaan
Untuk perencanaan dan pengendalian anggaran operasional.
Jasa Pembuatan Software Manufaktur | ERP & Produksi Custom
Pendekatan serupa untuk industri manufaktur dan produksi.
Jasa Modernisasi Sistem Legacy | Transformasi Software
Untuk migrasi dari sistem lama ke arsitektur modern.
Konteks Pengembangan
Software enterprise yang kami kembangkan menyentuh berbagai aspek operasional — dari manajemen proyek hingga pelatihan pengguna.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Mulai dari Kebutuhan yang Paling Spesifik
Tidak perlu memulai dari seluruh modul. Mulai dari analisis proses, penyusunan scope, atau pembahasan modul prioritas.
CustomSoft — Custom Software Development