HRIS Development — Indonesia Compliance Ready
Jasa Pembuatan Software HRIS Enterprise untuk Sistem SDM yang TerintegrasiBangun sistem HRIS yang menyesuaikan proses perusahaan, mulai dari payroll, absensi, pengelolaan kinerja, hingga administrasi karyawan dalam satu ekosistem software yang dapat dikembangkan sesuai kebutuhan bisnis.
HRIS enterprise yang dirancang mengikuti cara kerja perusahaan Anda.
Bikin software penggajian (payroll) kustom · Vendor HRIS integrasi mesin absensi · Software manajemen kinerja karyawan KPI
Output payroll dapat diverifikasi terhadap ketentuan berikut
Ketentuan yang dirujuk: UU 13/2003 Pasal 79 (cuti), PP 35/2021 Pasal 26 & 31 (overtime), PMK 168/2023 (TER PPh 21), Perpres 64/2020 (BPJS Kesehatan).
Masalah
Ketika Perhitungan HR Tidak Bisa Diverifikasi, Risiko Kepatuhan Muncul
Ada tiga angka yang harus benar setiap bulan: PPh 21 karyawan, iuran BPJS, dan upah lembur. Masing-masing memiliki basis perhitungan yang berbeda, dan tidak bisa saling menggantikan.
PPh 21 Januari–November menggunakan TER Bulanan (Kategori A/B/C sesuai PTKP), bukan tarif progresif. Baru di Desember dihitung ulang dengan Pasal 17. Jika sistem hanya punya satu “mesin pajak”, outputnya bisa salah di salah satu bulan.
BPJS Kesehatan memakai plafon Rp12.000.000, sementara Jaminan Pensiun punya plafon sendiri yang berubah tiap tahun (Rp11.086.300 per Maret 2026). Menggunakan satu plafon untuk semua program menghasilkan iuran yang tidak akurat.
- Upah lembur dihitung dari 1/173 × upah bulanan, bukan upah harian
- PPh 21 bulanan (TER) dan tahunan (Pasal 17) memakai mekanisme berbeda
- BPJS Kesehatan dan JP menggunakan plafon yang berbeda dan berubah tahunan
- Overtime cap (4 jam/hari, 18 jam/minggu) tidak terpantau secara otomatis
- Perubahan perhitungan tidak tercatat, sulit diaudit
Tiga Basis Perhitungan yang Berbeda
Solusi
Payroll yang Bisa Dicek Baris per Baris
Sistem payroll yang kami bangun menghasilkan output yang dapat diverifikasi terhadap regulasi spesifik: setiap komponen (PPh 21, BPJS, overtime) dihitung dengan basis yang sesuai, dan setiap perubahan tercatat.
Untuk perusahaan yang membutuhkan HRIS dengan modul lengkap, pendekatan bertahap memungkinkan Anda memulai dari modul yang paling mendesak (misalnya payroll + attendance) sebelum menambah performance dan reporting.
Arsitektur Modul HRIS
├── Attendance (integrasi mesin)
├── Payroll
│ ├── PPh 21 TER + Pasal 17
│ ├── BPJS Kesehatan (plafon 12jt)
│ ├── BPJS JP (plafon tahunan)
│ └── Overtime (1/173 × upah)
├── Leave (12 hari min.)
├── Recruitment
├── Performance
├── KPI
├── Overtime Cap Monitor
└── Reporting + Audit Trail
Modul payroll memuat logika perhitungan yang berbeda untuk PPh 21 bulanan vs tahunan, serta plafon BPJS yang berbeda per program.
- PPh 21: Dua Mekanisme, Satu Modul TER Bulanan (Kategori A/B/C) untuk Jan–Nov, Pasal 17 progresif untuk Desember. Keduanya dihitung otomatis berdasarkan PTKP karyawan.
- BPJS: Plafon Berbeda per Program Kesehatan memakai plafon Rp12jt, JP memakai plafon tahunan (Rp11.086.300 per Maret 2026). Sistem menyimpan kedua nilai dan memperbaruinya saat regulasi berubah.
- Overtime: Formula 1/173 Perhitungan upah lembur menggunakan 1/173 × upah bulanan, dengan tarif 1.5× (jam pertama) dan 2× (jam berikutnya) pada hari kerja.
- Overtime Cap Monitor PP 35/2021 membatasi overtime 4 jam/hari dan 18 jam/minggu. Sistem memantau akumulasi dan menandai jika mendekati batas.
- Audit Trail untuk Setiap Perubahan Perubahan komponen gaji, koreksi perhitungan, dan penyesuaian tercatat. Memudahkan verifikasi internal dan audit eksternal.
Lihat juga portofolio dan layanan terkait:
Siapkan Sistem HR yang Lebih Terintegrasi
Diskusikan kebutuhan HRIS, struktur modul, integrasi, dan workflow perusahaan Anda bersama tim pengembang.
Modul
Modul HRIS yang Dapat Dikembangkan Sesuai Kebutuhan
01
Employee Management
Mengelola data karyawan, struktur organisasi, jabatan, departemen, dan status kepegawaian.
Benefit: HR memiliki sumber data karyawan yang lebih terstruktur.
02
Custom Payroll
Bikin software penggajian (payroll) kustom dengan aturan yang menyesuaikan proses perusahaan.
Benefit: Perhitungan payroll dapat mengikuti kebutuhan dan workflow internal.
03
Attendance Integration
Sebagai vendor HRIS integrasi mesin absensi, sistem dapat dirancang untuk menerima data dari perangkat atau sistem absensi yang digunakan perusahaan.
Benefit: Data kehadiran dapat menjadi bagian dari workflow HR tanpa proses input berulang.
04
KPI & Performance
Software manajemen kinerja karyawan KPI untuk membantu perusahaan mengelola indikator kinerja.
Benefit: HR dan manajemen dapat melihat perkembangan performa berdasarkan parameter yang telah ditentukan.
05
Leave Management
Pengelolaan cuti, izin, dan approval.
Benefit: Proses pengajuan dan persetujuan lebih terstruktur.
06
HR Reporting
Dashboard dan laporan HR.
Benefit: Tim HR dan manajemen dapat memperoleh informasi operasional dalam format yang lebih mudah dipahami.
07
Employee Self Service
Karyawan dapat mengakses informasi dan kebutuhan HR tertentu melalui portal.
Benefit: Mengurangi ketergantungan terhadap proses administratif manual.
08
Role & Permission
Pengaturan akses berdasarkan role.
Benefit: Data HR dapat dikelola berdasarkan kewenangan masing-masing pengguna.
Portofolio
Dibangun untuk Kebutuhan Operasional Perusahaan
Project Name
[Nama Project]
- Industry:
- [Industri]
- Problem:
- [Masalah project]
- Solution:
- [Solusi yang dikembangkan]
- Modules:
- [Modul]
- Technology:
- [Tech]
- Result:
- [Hasil yang dapat dibuktikan]
Kami telah menangani pengembangan sistem untuk berbagai jenis perusahaan dan industri yang membutuhkan pengelolaan data HR dalam skala besar.
Permasalahan umum yang dihadapi adalah fragmentasi data antara absensi, payroll, dan administrasi karyawan yang menyebabkan proses manual berulang.
Solusi yang dikembangkan mencakup integrasi modul HR utama dalam satu arsitektur sistem yang dapat disesuaikan dengan workflow perusahaan.
Perubahan yang dapat dibuktikan adalah berkurangnya proses input berulang dan meningkatnya konsistensi data antar modul HR.
Hasil ini menjadi dasar pendekatan HRIS enterprise yang kami terapkan untuk kebutuhan perusahaan dengan struktur dan proses yang lebih kompleks.
Proses
Bagaimana Proses Pengembangan HRIS Enterprise?
01
Discovery
Memahami struktur perusahaan, jumlah user, workflow HR, dan kebutuhan sistem.
02
Requirement Mapping
Memetakan kebutuhan employee, attendance, payroll, KPI, leave, reporting, dan integration.
03
System Architecture
Menyusun arsitektur software, database, role, permission, dan integrasi.
04
UI/UX & Development
Membangun interface dan modul HRIS berdasarkan requirement.
05
Integration
Menghubungkan sistem dengan layanan atau software yang dibutuhkan.
06
Testing
Melakukan pengujian fitur, workflow, role, dan integrasi.
07
Deployment
Sistem dipersiapkan untuk digunakan di environment perusahaan.
08
Maintenance
Pengembangan dan maintenance dapat dilakukan sesuai kebutuhan.
Punya Workflow HR yang Tidak Bisa Ditangani Software Standar?
HRIS custom memungkinkan sistem mengikuti proses bisnis perusahaan, bukan memaksa perusahaan mengikuti keterbatasan software.
Perbandingan
HRIS Custom vs Sistem Manual / Terpisah
| Aspek | Manual / Terpisah | HRIS Custom |
|---|---|---|
| Data Karyawan | Tersebar | Terpusat |
| PPh 21 | Satu metode untuk semua bulan | TER (Jan-Nov) + Pasal 17 (Des) |
| BPJS | Satu plafon untuk semua program | Plafon per program (12jt / JP tahunan) |
| Overtime | Rumus tidak konsisten | 1/173 × upah bulanan |
| Overtime Cap | Tidak terpantau | 4 jam/hari, 18 jam/minggu alert |
| Audit Trail | Tidak terdokumentasi | Setiap perubahan tercatat |
| Cuti | Manual tracking | Min. 12 hari tercatat per karyawan |
Penjelasan
Apa Itu Software HRIS Enterprise?
HRIS adalah sistem informasi yang digunakan untuk mengelola data karyawan, absensi, payroll, cuti, performance, dan reporting. Pada skala enterprise, volume data dan kompleksitas workflow membuat pengelolaan manual tidak lagi memadai.
Di Indonesia, HRIS perlu menangani tiga ketentuan utama: PPh 21 dengan TER Bulanan (Jan–Nov) dan Pasal 17 (Desember), BPJS Kesehatan dengan plafon Rp12 juta dan JP dengan plafon tahunan, serta upah lembur berdasarkan PP 35/2021 dengan formula 1/173 × upah bulanan.
Untuk perusahaan dengan kebutuhan pelaporan human capital (misalnya untuk ESG atau investor relations), ISO 30414 menyediakan kerangka metrik yang dapat diadopsi ke dalam modul reporting HRIS.
Pada sektor manufaktur, kebutuhan tambahan mencakup pemantauan batas lembur, pelacakan sertifikasi operator, dan analisis biaya tenaga kerja per unit produksi — fitur yang umumnya tidak tersedia di HRIS standar.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Pertanyaan teknis seputar pengembangan HRIS enterprise.
Mulai dari Proses HR yang Paling Membutuhkan Perbaikan
Tidak semua modul harus dibangun sekaligus. Pengembangan dapat dimulai dari kebutuhan prioritas kemudian diperluas secara bertahap.
Rencanakan Arsitektur HRIS Sebelum Pengembangan Dimulai
Semakin awal kebutuhan sistem dipetakan, semakin mudah menentukan prioritas modul, integrasi, dan roadmap pengembangan.
Bangun HRIS yang Mengikuti Cara Kerja Perusahaan Anda
Dari employee management hingga payroll, absensi, KPI, performance, dan reporting — sistem dapat dirancang sebagai platform HRIS yang mengikuti kebutuhan operasional perusahaan.