Studio Kulit merancang dan mengeksekusi fasad gedung — mulai dari curtain wall, skrin perforasi, hingga kisi bata — dengan pendekatan berbasis data iklim, sehingga bangunan Anda lebih dingin, lebih efisien, dan tetap representatif.
Banyak pemilik gedung baru menyadari masalah fasad setelah bangunan berdiri: ruang dalam terasa panas meski AC menyala penuh, tagihan listrik membengkak, dan kaca yang tampak mewah justru menyilaukan ruang kerja di sore hari.
Akar masalahnya biasanya sama: rasio bukaan (WWR) yang tidak dihitung terhadap orientasi matahari, material kaca yang dipilih dari katalog tanpa simulasi termal, dan detail sambungan yang bocor saat musim hujan.
Studio Kulit mengerjakan desain fasad bangunan dengan urutan yang terbalik dari kebiasaan umum: kami mulai dari data iklim tapak, baru menentukan tipologi kulit bangunan yang paling efisien — curtain wall, skrin perforasi, kisi bata, atau sirip terakota — sebelum masuk ke estetika akhir.
Setiap usulan fasad disertai simulasi bayangan dan estimasi beban panas, sehingga keputusan desain bisa dipertanggungjawabkan secara teknis kepada pemilik proyek maupun konsultan MEP.
01 Analisis Tapak & Iklim
Studi lintasan matahari, arah angin, dan curah hujan tapak untuk menentukan orientasi bukaan tiap sisi bangunan.
02 Konsep & Studi Preseden
Menentukan tipologi fasad yang paling sesuai berdasarkan karakter bangunan dan anggaran.
03 Simulasi Performa
Pemodelan bayangan dan beban panas untuk menguji rasio bukaan sebelum desain fasad dikunci.
04 Detail & Purwarupa
Gambar sambungan dan mock-up satu modul penuh untuk menguji toleransi fabrikasi.
05 Fabrikasi & Pemasangan
Pengawasan mutu di bengkel fabrikasi dan pendampingan pemasangan di lapangan hingga modul terakhir terpasang rapi.
| Studio Kulit | Kontraktor Konvensional | |
| Simulasi termal & cahaya sebelum desain final | ✓ Standar setiap proyek | Jarang, sering opsional berbayar |
| Purwarupa / mock-up satu modul | ✓ Disertakan | Kadang tidak disediakan |
| Gambar kerja skala fabrikasi | ✓ Detail 1:5 | Umumnya skema umum |
| Pendampingan pemasangan lapangan | ✓ Sampai modul terakhir | Sering lepas tangan pasca desain |
| Basis pemilihan tipologi fasad | Data iklim & orientasi tapak | Katalog / permintaan visual saja |
"Simulasi panas yang mereka tunjukkan bikin kami yakin sebelum tanda tangan kontrak fabrikasi."
"Detail sambungannya rapi, kontraktor fasad kami jadi lebih mudah menghitung penawaran."
"Ruang kerja di sisi barat akhirnya tidak lagi menyilaukan sejak sirip terakota terpasang."
Di Indonesia, standar konservasi energi bangunan gedung (SNI 03-6389) mengatur nilai OTTV atau Overall Thermal Transfer Value — ukuran seberapa besar panas matahari yang menembus dinding luar sebuah gedung, dengan batas maksimum 35 Watt/m². Nilai ini dihitung dari rasio bukaan jendela terhadap dinding (WWR), jenis kaca, dan elemen peneduh yang dipasang pada fasad.
Semakin besar rasio kaca tanpa peneduh, semakin tinggi nilai OTTV — yang berarti beban pendingin ruangan naik dan tagihan listrik ikut membengkak. Sebaliknya, elemen seperti sirip peneduh, skrin perforasi, atau kaca berlapis rendah-emisi terbukti secara konsisten menurunkan OTTV pada berbagai studi kasus gedung di Indonesia.
Inilah mengapa desain fasad bangunan sebaiknya tidak diperlakukan sebagai keputusan estetika di akhir proses, melainkan sebagai variabel teknis yang dihitung sejak tahap konsep — sejalan dengan pendekatan yang kami terapkan di setiap proyek.
- — Analisis tapak & iklim
- — Rekomendasi tipologi fasad
- — Estimasi biaya kasar
- — Simulasi termal & cahaya
- — Gambar kerja skala fabrikasi
- — Mock-up satu modul
- — Pendampingan tender
- — Semua di Paket Desain Lengkap
- — Pengawasan fabrikasi
- — Pendampingan pemasangan lapangan